>Gelisah Sang Pulpen

>pulpen itu menatapku tajam
ia menggeram
sudah lama tak kuberi ia kata-kata untuk dimangsa

pulpen itu merajuk, parasnya tertekuk
entah berapa masa jemariku tak lagi mencumbuinya

penuh rasa sesal, tanganku melangkah –
merangkul kembali kekasih kecilku itu
“ini sebungkus kata-kata basi
mari kita nikmati bersama untuk menghalau lapar
setidaknya buat satu malam ini”

Advertisements
>Gelisah Sang Pulpen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s