Short Note – April 19

The Summer
clear sky – buzzing town
skipping classes
immersed in tons of anime,
and an online game
neglected laundries lie soaked
no gain
an unproductive life

Advertisements
Short Note – April 19

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit you before you share it to the world.
Yeah… I decided to move to WordPress from my blogger page (leftover from my friend’s attempt to make a promotional page for his merchandise – GSM mobile modems). I found out, although less fancy, WordPress is easier to manage and less troublesome.
So for now I’ll leave the blogger page dormant. If you want to post some rants and insults me, feel free to do so. I have moderation feature turned on, but I’ll filter the comments objectively, I won’t disapprove them just because they’re insulting me, or I dislike them, as long as they’re not spam and still make sense within the context.
Hello world!

>Rileks yang Malah Jadi Nggak Rileks — tl;dr

>OK for this time I’ll post in Indonesian. It’s only something about my campus’ local internet forum, and most likely won’t be of your interest.

Buat yang pernah ikut forum internet macam Kaskus, Indowebster atau AOIndonesia tentu tau soal ‘pangkat’ dan ‘jabatan’ anggota forum. Ada yang bersifat fungsional seperti ‘moderator’ atau ‘admin’, ada yang berdasarkan reputasi, seperti ‘newbie’, ‘addict’, ‘veteran’ dan nama-nama semacamnya, biasanya ditentukan dari jumlah post atau kontribusi lain, misalnya donasi.
Kelas-kelas user di forum itu jelas, seperti yang kita ketahui, punya tujuan mulia: memancing anggota untuk meramaikan forum. Dan kita ketahui juga bahwa di dunia ini ada orang-orang yang haus kedudukan, haus akan reputasi sehingga mereka menghalalkan segala cara untuk meraih yang mereka inginkan.
Dan dari semua kekonyolan, ada orang yang hatinya terbakar hanya karena mengejar reputasi di forum internet, lokal pula. Orang itu adalah saya sendiri, yang menulis blog ini.
Fighting over Leprechaun’s Gold.
Di kampus saya, ada sebuah forum internet bernama Rileks, yang hanya bisa diakses dari LAN kampus atau dari luar kampus lewat VPN (yang lemotnya minta ampun). Forum ini adalah ajang diskusi (sebagian kecil) mahasiswa tentang berbagai hal, mulai dari politik, olahraga, game sampai hiburan. Tetapi tak dapat dipungkiri, fungsi utama (dan daya tarik utama) forum ini adalah sebagai tempat pengumuman lokasi server (dan direktori) FTP dari sebuah file multimedia – dengan kata lain ini adalah versi lokal Indowebster di kampus saya. That’s why I said something about Leprechaun’s Gold before.

Seperti di forum lainnya, ada berbagai atribut member, beberapa yang istimewa adalah, Admin, Moderator, Veteran (member dengan post 1000 atau lebih), Sesepuh (Veteran yang sudah alumni) dan Tukang Upload. Saya akan fokus ke Tukang Upload, member yang berkontribusi meng-upload berbagai konten dari luar (jaringan kampus) ke beberapa server FTP yang ada di kampus. Sebetulnya ini bukan kewenangan mutlak, karena member biasa pun (yang punya akses upload ke paling tidak sebuah server) bisa meng-upload konten. Tetapi dengan peraturan yang berlaku sekarang ini, hanya Tukang Upload yang boleh membuat thread rilis film atau anime (thread rilis musik dapat dibuat oleh semua member). Jika ada member biasa yang ingin merilis film, pertama dia harus membuat thread di subforum ‘Request’, dan Tukang Upload yang akan memindahkannya ke subforum ‘Release’.
Nah, apa keuntungannya kalau kita membuat thread rilis? Boleh dibilang, tidak ada. Yah, paling-paling kita dapat ‘thanks’ dari member lain. Lebih ke soal reputasi, ada kemungkinan kalau aktif bikin thread rilis akan direkomendasikan jadi Tukang Upload, dengan begitu jadi lebih mudah untuk membuat thread rilis (tanpa harus di-approve Tukang Upload) dan kesempatan mendapatkan ‘thanks’ lebih besar. Lain itu, tidak ada. Cuma soal reputasi kosong.
Itulah posisi yang saya kejar.
Karena itu, mulai winter 2011, dan spring 2011 ini, saya rajin membuat thread rilis di forum anime, melalui jalur ‘rakyat jelata’: upload ke server anime, buat thread rilis di forum anime, Tukang Upload memindahkan thread saya ke subforum Release, tunggu thanks dari member lain. Karena ini anime yang kebanyakan berseri, sebagai thread starter saya punya kewajiban moral untuk terus meng-upload seri tersebut. Yang terakhir ini menjadi awal sebuah masalah bagi saya.
Jaringan kampus saya dibatasi firewall yang hanya dibuka di beberapa port, dan proxy membatasi akses internet. Walaupun sebagian besar situs terbuka, adanya firewall dan proxy membuat mahasiswa tidak dapat men-download via torrent atau melalui situs-situs filesharing. Dengan kondisi koneksi internet di negeri kita yang masih nyampah, sharing konten melalui server lokal menjadi sesuatu yang sangat menolong, dan inilah salah satu faktor yang membuat komunitas Rileks berkembang, walaupun ini bukan satu-satunya faktor. Tetapi, beberapa orang (termasuk saya) bisa mencari celah blokiran proxy dan firewall untuk mengunduh konten multimedia dari luar, dengan kecepatan di atas rata-rata kecepatan koneksi internet di Indonesia. Ada yang memang punya ‘posisi’ – para admin jaringan kampus, tentu saja pemblokiran firewall tidak berlaku bagi mereka. Ada yang bergerilya dengan gigih, mencari situs-situs Rapidleech yang belum diblokir proxy – tokoh kita, ‘T’ menggunakan cara ini, selain tampaknya dia punya koneksi broadband juga. Ada yang menggunakan tools tertentu secara tidak etis untuk mengelabuhi proxy – saya termasuk golongan terakhir ini.
Kembali ke masalah Tukang Upload. Selama beberapa lama, rutinitas saya – membuat thread rilis serial anime baru, meng-upload kelanjutan serial yang sudah saya mulai thread-nya – berjalan lancar. Tetapi saya mulai merasa terganggu sejak ‘T’ mulai meng-upload kelanjutan serial yang thread-nya saya mulai. Dia selalu berhasil mendahului saya karena dia bisa men-download lebih cepat. Bagi saya, ini sangat menyebalkan karena (paling tidak menurut pendapat saya) merusak reputasi saya sebagai thread starter, dan menunjukkan saya belum cukup mampu menjadi Tukang Upload. Pada puncak kemarahan saya, sebuah thread di JP (subforum untuk diskusi nyampah) saya tulis, meminta agar ‘T’ menghentikan aktivitasnya meng-upload kelanjutan serial anime yang thread-nya saya mulai.
Saya belum pernah ketemu dengan ‘T’ waktu itu… dan pertama kali saya samperin orangnya setelah thread unlimited rants work itu, orangnya terlihat menyenangkan dan kalau saya kenal lebih awal, tampaknya bisa jadi teman akrab saya. Tentunya dengan masalah ini hubungan saya dengan dia sudah nggak enak.
Terakhir, saya membuat thread rilis anime Denpa Onna, seperti biasa di subforum Request. Saya tidak memberitahu ‘T’ karena saya pikir tentu ‘T’ akan memindahkannya ke Release, lagipula ‘T’ pernah bilang dia tidak suka dapat PM.
Dan waktu saya cek Rileks, kaget saya melihat ‘T’ membuat thread rilis anime yang sama di subforum Release, sementara thread yang saya buat masih tidak tersentuh di subforum Request. Waktu saya coba login, akun saya kena suspend. Saya jadi paranoid, jangan-jangan ini memang disengaja agar saya tidak bisa bikin thread rilis lagi…
Dengan akun lain saya bikin thread keluhan (sampai saat ini belum saya cek bagaimana responnya), dan lapor ke seorang teman yang sudah Veteran di Facebook. Keluhan saya di Facebook bikin ‘T’ mencak-mencak, sementara kawan Facebook saya itu mencoba menenangkan, katanya hal ini sudah biasa terjadi pada dia dan dia nggak pernah mempermasalahkan itu. Pada akhirnya dengan jengkel luar biasa ‘T’ memindahkan thread yang saya mulai ke Release, dan balasan yang ada di thread buatannya digabungkan dengan thread saya.
Masalah selesai, dan memang tidak pernah ada rencana menyingkirkan saya.
Hanya karena soal forum internet yang bahkan cuma sebatas lingkup kampus.
Jelas saya sudah menjadi terlalu ambisius sampai ke tahap paranoia, berburuk sangka pada orang lain, marah-marah untuk hal yang tidak penting. Saya lupa tujuan awal masuk Rileks, untuk sharing secara enjoy dan rileks.
Tampaknya, saya akan mengurangi laju membuat thread rilis, paling banyak mungkin satu atau dua seri anime lagi untuk spring 2011 ini. After all, saya tidak suka dimonopoli, dan saya harus memberi kesempatan member lain untuk eksis juga, seperti halnya saya ingin eksis di Rileks.
OK, saya akui kesalahan saya yang tidak kontak ke Moderator/Tukang Upload untuk menginformasikan thread yang saya mulai, dan bikin rants nggak jelas di forum dan Facebook. Mudah-mudahan ini nggak terjadi lagi, supaya saya dan semua member Rileks bisa dengan enjoy menikmati forum kampus tercinta itu.
Dan saya harus mengalihkan tujuan saya untuk hal yang lebih bermanfaat, ketimbang sekedar mengejar reputasi di sebuah forum lokal yang nggak akan menambah nilai plus untuk mencari pekerjaan.
>Rileks yang Malah Jadi Nggak Rileks — tl;dr