Hello, Chii

Libur panjang berakhir, tahun ajaran baru pun dimulai. Sejak hari Minggu kemarin aku sudah kembali ke kamar kos sempit ini. Entah berkah atau musibah, kuliah ternyata baru dimulai minggu depan. Itu artinya aku akan menganggur selama seminggu ini.

Sementara Chii sekarang masih tenggelam dalam euforia acara kaum maniak kartun Jepang itu, aku masih terkubur di sini. Ahaha, masih dunia sempit yang sama, petak sekitar satu meter persegi tepat di depan laptopku. Yaa, dua hari ini aku berhasil mendapatkan lebih banyak interaksi dunia nyata, tapi kecanggungan saat berhadapan dengan kelompok itu bukanlah sesuatu yang bisa dihilangkan dalam sekedar dua hari.

Chii, masa-masa menyebalkan itu terasa sangat panjang, ya, Sesuai dengan formulasi Teori Relativitas Untuk Orang Awam, ketika tidak ada apapun yang kau temui, karena kau masih merayap sambil mencoba melepas belitan di kakimu. Ketika indeks prestasi hanya dua koma, umur sudah mendekati seperempat abad, sementara masih ada sekitar delapan puluh SKS tambahan yang harus diraih, waktu serasa terhenti. Dalam lamunan malam menjelang tidur, kilasan peristiwa hari ini terasa bagai satu episode dari Endless Eight. Seperti perjalanan di tengah kemacetan, semua ketidaknyamanan terakumulasi sedangkan diri ini serasa hampir-hampir tidak mendekat ke tujuan.

Tetapi, Chii, walaupun sedikit setidaknya aku mulai bergerak, meski masih sebatas merayap. Saat ini memang aku sedang meraba-raba jalanku kembali, setelah sesat selama dua tahun lebih. Dua tahun yang berlalu nyaris sia-sia bagaikan ilusi. Mungkin semua keresahan yang kurasakan saat ini adalah hukuman yang menimpaku karena telah mengkhianati orang tua, menghamburkan harta yang telah mereka sisihkan susah payah demi menyekolahkanku di perguruan tinggi. Apapun itu, diriku telah jauh melenceng dari jalan yang seharusnya. Terlalu banyak penyakit bersarang di batin ini, sampai saat ini pun. Namun aku yakin Tuhan akan menyembuhkanku, dan aku menganggap penantian panjang untuk kelulusan – di usiaku yang sudah tinggi ini – adalah masa pengobatanku.

Chii, mudah-mudahan kau bisa hidup dengan lebih bebas tanpa jeratan kekhawatiran, menuruti kata hatimu, bertindak sesuai apa yang kau anggap benar, tanpa takut hal itu akan menyakiti orang lain. Kau berhasil melakukannya sekali, tentu kau bisa melakukannya lagi.

Tampaknya akan kusudahi ceritaku di sini. Mulutku mulai pahit, merengek meminta teh manis hangat dan asap.

Sleep tight ^^

Advertisements
Aside

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s