YURiCa – Friction (Romaji Lyrics)

  • Vocal: YURiCa/Hanatan (ユリカ、花たん)
  • Music/Lyrics: doriko
  • Arrangement: F☆T
  • From Hanatan’s album Primrose Flower Voice (2013-01-30)
  • Romaji by konoame

nani ga tarinai no ka, boku wa wakarazuita
haguruma ga hitotsu kaketa youni
maru de kikaijikake no kowarekake no ningyou
kotae wo sagashite nobashita ude ni kimi no te ga fureru
utsukushiku karen na GLASS zaiku

futatsu majiwaru haguruma
umareta setsunasa ga
mawari karami kishimu, hako no naka de
chiisana heya no uchi ni hirogeta shouuchuu
nani mo nai yozora ni kane wo narasu

nee konna ni tanjun na koto da to
kidzuiteshimau koto ga kanashiinda
‘kokoro ga mienai’

naita kamiau ha ni, semete GREASE wo sashi
yasashisa no naka de toki wo kazoe

kodoku no naka de nakisakenda shounen ga hitori boku ni kidzuku
tsuyoi furishite nakiyamu senaka wa
kagami wo se ni shita boku no sugata

itsuka sabitsuku haguruma
kotogireru toki made
ai wo sagashi nagara kurushimu no ka
shuumatsu wo shiri nagara
kagirareta GLORIA
sugaru dake no mono wo nokoseru no ka

kimi wa boku no ito wo hiku
shihaisha ka rikaisha
kobamu no wa kasuka na jison no kakera

netsu wo obita haguruma
umareta setsunasa ga
mawari karami kishimu, hako no naka de
chiisana heya no uchi ni hirogeta shouuchuu
nanimo nai yozora ni kane wo narasu

nee konna ni tanjun na koto da to shitteshimatta
boku wa mou nidoto hitori ni narenai

nani ga tarinai no ka, nani ga yobun na mono ka
tachiawasetemite sukoshi miete

Advertisements
YURiCa – Friction (Romaji Lyrics)

Tahun Baru Dari Perspektif Seorang Awam

Pada hari terakhir 2012 ini seorang kontak FB berbagi gambar foto artikel sebuah tabloid Islam tentang tahun baru. Artikel itu menuduh bahwa perayaan tahun baru adalah dusta dan kepalsuan jika ditinjau dari segi ilmiah, dan menghimbau agar umat Islam tidak mengikutinya. Walaupun saya setuju bahwa hura-hura dengan menghamburkan uang di malam tahun baru adalah kesia-siaan tanpa manfaat, saya lumayan geli, geleng-geleng kepala dan facepalm saat membaca tulisan ini.

foto artikel tahun baru palsu
Klik untuk melihat ukuran penuh

Menurut hemat saya penulis artikel telah berbeda persepsi tentang bagaimana seharusnya penanggalan diterapkan. Pertama, berdasarkan perhitungan astronomi siklus satu tahun ini tidak persis 365 hari tetapi sekitar 365.25 hari. Angka tepatnya berbeda-beda tergantung bagaimana ‘tahun’ itu sendiri didefinisikan: kalender masehi didefinisikan berdasarkan waktu sideris dengan panjang satu tahunnya sebesar 365.2564. Nah, kebayang ‘kan, angkanya bukan angka cantik. Lalu bagaimana para ahli almanak menyikapi kenyataan ini? Ternyata mereka mengambil cara sederhana yaitu membulatkan panjangnya satu tahun menjadi 365 hari, satu hari ditambahkan setiap empat tahun sekali untuk mengejar akumulasi ketertinggalan kalender selama empat tahun. Hasilnya adalah kalender yang kita pakai sekarang ini. Konsisten, karena pergantian hari, bulan dan tahun selalu jatuh pada jam yang sama.

Sementara itu penulis artikel berpikir sebaliknya. Penanggalan harus teliti sampai ke hitungan jam. Pergantian tahun jatuh pada pukul yang berbeda. Silahkan kita bayangkan kerepotan apa yang akan muncul jika pendekatan demikian diterapkan.

Si penulis pun tidak memperhitungkan konsep zona waktu, terlihat dari argumen bahwa ‘posisi matahari masing-masing kota tidak sama’. Mari kita berandai-andai jika penanggalan hijriah digunakan untuk urusan pemerintahan dan niaga. Pergantian tanggal terjadi tepat saat azan maghrib. Tetapi, apakah instansi pemerintah akan memberlakukan pergantian tanggal (dan jam) yang berbeda untuk tiap daerah berdasarkan posisi bujurnya? Kemungkinan besar tidak, karena itu akan menambah kerumitan pengaturan waktu. Dari sudut pandang praktisi IT aturan seperti itu bakal sangat memusingkan untuk diterapkan, misalnya dalam sistem pembukuan perbankan. Bahkan menggeser-geser waktu ‘maghrib’ sesuai waktu shalat sebenarnya untuk keperluan penanggalan pun tampaknya tidak mungkin. Keruwetan macam inilah yang menyebabkan orang sepakat menggunakan zona waktu dengan mengorbankan ketelitian perhitungan waktu sebenarnya.

Malam Tahun Baru

Manusia tanpa sadar menandai titik-titik momen tertentu dalam hidupnya. Ia mengukur pencapaian, menandai perubahan dan menambatkan renungannya pada titik-titik tersebut. Hal itu merupakan bagian tidak terpisahkan dari kesadaran kita sebagai makhluk berakal.

Lalu?

Ini adalah pembenaran saya untuk tetap merayakan tahun baru. Merayakan di sini berarti menjadikan pergantian tahun sebagai momen yang khusus. Malam ini, saya akan menghadiahi diri saya sendiri dengan bersenang-senang dan mengenang semua yang saya lewati sepanjang tahun ini. Jalan hidup memang terus berlanjut bagaikan sungai, bukan undak-undakan yang bisa dihitung jumlahnya. Tetapi tidak ada salahnya jika kita meletakkan batu-batu penunjuk di sisinya, untuk mengukur seberapa jauh kita telah melangkah. Perayaan tahun baru bisa menjadi ungkapan rasa syukur atas kesempatan hidup selama setahun terakhir, atas peluang-peluang dan pencapaian yang berhasil diperoleh. Ia merupakan saat-saat pelipur lara atas kegagalan-kegagalan dan kekurangan selama setahun itu, sekaligus pemberi harapan bahwa masih ada kesempatan tahun depan untuk terus terbang berkelana menggapai impian, mencari hal-hal baru dan bertemu dengan apa yang belum pernah kita temui sebelumnya. Tahun baru itu istimewa.

Jika dikatakan, ‘kenapa tidak bermuhasabah pada tahun baru hijriah?’. Kita kembali lagi ke persoalan kesadaran. Dengan tanggalan apa kita menentukan libur sekolah atau kerja? Dengan penanggalan apa kita merencanakan acara? Dengan penanggalan apa kita menandai surat kita? Penanggalan masehi selalu mengikuti kita kapanpun, dalam kesempatan apapun. Karena itu ia tertanam di kesadaran kita. Fase-fase hidup kita seperti liburan, kelulusan atau gajian ditentukan oleh penanggalan masehi, sementara itu fase-fase tersebut juga ikut mengukir ingatan kita dan membentuk pengalaman kita. Maka tidak anehlah jika pergantian tahun masehi menjadi satu titik istimewa dalam perjalanan hidup kita.

NB

Malam ini saya sendirian… tidak ada ajakan dari kawan….

Well… seperti malam-malam libur biasanya saya akan menghabiskan waktu di depan laptop lagi, mengerjakan apa saja yang bisa saya kerjakan di sana dan kadang berbincang dengan kenalan lewat internet. Setidaknya saya punya beberapa plugin LADSPA yang ingin saya cobakan untuk sebuah proyek mixing.

Tahun Baru Dari Perspektif Seorang Awam

Baibi-Beibi Sayonara Lyrics ~improved romaji~

Due to an unexpected circumstances and misfortune, I have to cover this song. I was a bit disappointed when I checked the romaji lyrics transcription featured in a blog. Many mistakes in the transliteration, mostly it sounds just right but the writer jumbled many syllables,  many of them don’t form correct words since spaces are seemingly inserted at random. I wonder if the writer really has no knowledge in Japanese (at least, to chop up streams of heard syllables into words, and to tell which ones are root words and which ones are particles or inflections), or he simply wrote it that way on a whim.

Please give me your feedback if you find something wrong 🙂

Byebye Baby Sayonara

saiB feat. Hatsune Miku

kubi nakushita BabyBaby LADY
sukashita kao de megane wo hazushite
saigo mitsuketa CANDY tabetara
FENCE norikoe tobiorita

amai MASK no BabyBaby LADY
me to me ga atta unmei kanjita
kisu suru toki ni hagareta sono shita
zetsubou kusatta GROTESQUE

ByeBye sayonara Rockin’ Lookin’ BERRY
sora mioroshi ryoute wo ue ni
ByeBye sayonara Rockin’ Lookin’ BERRY
rarabai ByeBye mata dokoka de

yume tsubureta BabyBaby LADY
kogeta tsubasa wa moto ni wa modorazu
mado kara mieru makka na sora ni wa
kotori ippiki mie ya shinai

ai nakushita LovelyLovely WORLD
socchi no mizu wa sonna ni amai ka
damashi damasare butsudan ogande
sore ga tsumari wa ai nano da

ByeBye sayonara Rockin’ Lookin’ BERRY
sora mioroshi ryoute wo ue ni
ByeBye sayonara Rockin’ Lookin’ BERRY
rarabai ByeBye mata dokoka de

— interlude —

ByeBye sayonara Rockin’ Lookin’ BERRY
sora mioroshi ryoute wo ue ni
ByeBye sayonara Rockin’ Lookin’ BERRY
rarabai ByeBye mata dokoka de (2x)

Baibi-Beibi Sayonara Lyrics ~improved romaji~

anime encoded by [dalam air]

Nah…. pas ngecek stats blog ane nemu search term seperti ini:

Image

Untuk mencari anime di internet kita bisa memilih encoding anime yang kita sukai. Pemilihannya terserah berdasarkan popularitas grup yang ditentukan dari hasil encoding apakah ukurannya cukup hemat karena yang download anime encoding fansub di Indonesia ingin hemat bandwidth dan cepat selesai download. Encoding ini bisa dipilih dari banyak grup fansub tetapi yang memberikan encoding dengan kualitas hemat dan bermutu untuk anime hanya beberapa grup tertentu, salah satunya grup [dalam air]. Grup [dalam air] sudah banyak merilis encode anime hemat pahe untuk download DDL mkv kecil di rapidshare mediafire dan IDWS (mirror lokal). Encoding anime dilakukan dengan hati-hati agar hemat ukurannya kecil pahe dan tentu saja tidak bisa sembarangan asal memperkecil, perlu pemahaman teknik filter video yang baik, yang dapat dicari dari searching ke situs-situs dengan SEO.

Kami menyarankan encoding anime dari grup yang sudah terkenal dengan kualitasnya. Grup yang terkenal akan muncul di halaman pertama search Google karena banyak hits dari pengunjung dan pengunjung datang kembali. Mereka punya strategi bagus untuk menghasilkan anime pahe dengan kualitas terjaga. Grup [dalam air] merilis dengan encoding kecil namun butuh kekuatan komputasi untuk bisa memainkan anime rilisan mereka dengan lancar karena telah menggunakan format mkv 10bit. Sebagai alternatif untuk komputer dengan spek rendah bisa mencari encoding rilisan mp4 ukuran hemat sekitar 50MB.

Hmm.. mungkin yang dimaksud adalah grup Underwater yang punya reputasi sebagai tukang copas dan troller tapi masih hidup karena boss-nya punya situs direktori torrent anime terpopuler.. Silahkan dicek rilisan mereka di blog resmi.

Well, I tried blabbering like one of those adsense-oriented SEO blogger.. but it seems that I’ve failed miserably.
See you later, maybe I’ll post my next update in English ヽ(・∀・ )ノ

anime encoded by [dalam air]

TSO: Midori-chan

Di kamar ada empat barang yang selalu setia menemani saya melewatkan hari-hari: Alice-tan, si laptop; Ringo-chan, dayangnya Alice-tan, tugasnya ngipasin alice-tan supaya nggak overheat; dan terakhir, Midori-chan, kipas stand gede 40cm yang bertugas membuat kamar terasa sejuk sekaligus mengusir nyamuk-nyamuk. Masih ada beberapa penghuni lain, yang masih ada maupun yang sudah pergi, tapi mereka tidak terlibat dalam cerita ini.

Ceritanya, sekitar beberapa bulan lalu, Midori-chan mulai bermasalah. Setelah dimatikan dan dingin, dia agak macet. Awalnya muter lambat banget, perlahan-lahan menambah kecepatan, baru setelah satu menit bisa berputar lancar seperti seharusnya. Makin lama penyakitnya ini makin parah… Sampai harus tunggu sepuluh menit sebelum muter di kecepatan normal. Dua hari lalu, Midori-chan nggak muter samasekali. Cuma jadi panas. Ditunggu sejam, nggak muter. Cabut, dicoba lagi, nggak muter. Kali ini malah panas dan dengungan listriknya nggak kerasa. Hasil diagnosis multitester menunjukkan bahwa perkabelannya putus entah di mana, mungkin di kabel stop kontak, atau di kumparan dalamnya. Kemungkinan kabelnya terbakar karena panas tinggi yang dihasilkan karena rotornya tidak bisa berputar. Statusnya sekarang TSO (tidak siap operasi), daripada menuh-menuhin kamar dan jadi sarang debu, benda ini perlu segera disingkirkan sementara.

Membereskan Midori-chan butuh tekad baja. Kipas angin di udara Semarang ini seperti jadi magnet debu: seminggu saja sudah berdebu. Apalagi saya termasuk malas bersih-bersih, sekitar tiga bulan dibiarkan dan kipas itu penuh berlapis debu. Rencananya Midori-chan akan diperbaiki sendiri karena walaupun garansi motornya masih ada, casing-nya pernah saya bongkar, selain itu saya emang suka utak-atik seperti ini. Tetapi setelah melihat kondisi Midori-chan yang mengalami pendarahan (olinya ngalir keluar dari celah-celah casing), saya putuskan untuk membawanya ke service center terdekat nanti. Sementara ini Midori-chan dimasukkan lagi ke kardusnya dan diletakkan di luar kamar.

Sementara itu, menjalani hidup di Semarang tanpa kipas angin sangatlah berat. Baru sekitar satu jam dan saya sudah nggak tahan, badan keringetan, gatal-gatal gak jelas dan nyamuk berdatangan. Untunglah, tetangga kosan nawarin kipas angin meja kecil warna pink yang kondisinya masih sangat bagus, warisan penghuni yang telah berlalu (maksudnya, sudah pindah dari kosan :p ). Casing belakangnya sudah hilang tapi gir swivel dan motornya masih dalam keadaan bagus. Setelah dibersihkan sedikit dan dilumasi pakai mentega hampir kadaluwarsa, benda itu bisa bertugas dengan sempurna. Yosh, selamat datang dan selamat bertugas, Sanae-chan 🙂

Sekarang tampaknya saya bakal pakai kipas kecil ini saja. Anginnya sudah cukup sejuk, lebih ringkas dan gampang dipindah sesuai kebutuhan. Selain itu, kipas stand gede ukuran 40cm rada repot perawatannya. Ukurannya yang besar bikin bersih-bersih di sekitar kipas jadi susah. Sementara ini Midori-chan diistirahatkan dulu di kardus. Entah nanti akan direparasi, dirucat, atau di-rebuild jadi permanent magnet alternator, waktu yang akan menjawabnya.

TSO: Midori-chan

Tsugai Kogarashi Vocal Sheet

Fell in love with this song the first time I heard it. At glance, it’s obvious that this is a demanding song, spanning a wide range of octaves. Another thing is, it has quite complex harmony parts for both male and female vocal. I really want to cover this song, but I don’t know when I am ready enough for it.

The harmony arrangement might be difficult for beginner vocalists (like me!) to sing by just hearing the song. After hours of searching, I found a video on NND with vocal score displayed in sync with the melody (forgot the link, sorry :p ).

Since I have nothing else to do, I rewrite the score, making small changes (such as rewriting Kaito’s part in bass clef).  And now I will share it with you, for those who need it 🙂

Tsugai Kogarashi Vocal Score

Working with Lilypond

Well, the first purpose I write this sheet was to familiarize myself with Lilypond. It is a unique score writing application. Take a look at this picture to see how a score is made (‘engraved’) with Lilypond.

Image

Those code in colors are a part of source file which will be translated by Lilypond into PDF sheet music, which is seen behind. Due to a bug in the software, the PDF output is a bit flawed (something wrong with PDF anti-aliasing and the underlying TeX typesetting engine). If you want a better result, I recommend you to compile into PS output instead of the default PDF, and print directly from it.

Here’s the Lilypond source code if you want to compile it yourself.

Tsugai Kogarashi Vocal Sheet

Hello, Chii

Libur panjang berakhir, tahun ajaran baru pun dimulai. Sejak hari Minggu kemarin aku sudah kembali ke kamar kos sempit ini. Entah berkah atau musibah, kuliah ternyata baru dimulai minggu depan. Itu artinya aku akan menganggur selama seminggu ini.

Sementara Chii sekarang masih tenggelam dalam euforia acara kaum maniak kartun Jepang itu, aku masih terkubur di sini. Ahaha, masih dunia sempit yang sama, petak sekitar satu meter persegi tepat di depan laptopku. Yaa, dua hari ini aku berhasil mendapatkan lebih banyak interaksi dunia nyata, tapi kecanggungan saat berhadapan dengan kelompok itu bukanlah sesuatu yang bisa dihilangkan dalam sekedar dua hari.

Chii, masa-masa menyebalkan itu terasa sangat panjang, ya, Sesuai dengan formulasi Teori Relativitas Untuk Orang Awam, ketika tidak ada apapun yang kau temui, karena kau masih merayap sambil mencoba melepas belitan di kakimu. Ketika indeks prestasi hanya dua koma, umur sudah mendekati seperempat abad, sementara masih ada sekitar delapan puluh SKS tambahan yang harus diraih, waktu serasa terhenti. Dalam lamunan malam menjelang tidur, kilasan peristiwa hari ini terasa bagai satu episode dari Endless Eight. Seperti perjalanan di tengah kemacetan, semua ketidaknyamanan terakumulasi sedangkan diri ini serasa hampir-hampir tidak mendekat ke tujuan.

Tetapi, Chii, walaupun sedikit setidaknya aku mulai bergerak, meski masih sebatas merayap. Saat ini memang aku sedang meraba-raba jalanku kembali, setelah sesat selama dua tahun lebih. Dua tahun yang berlalu nyaris sia-sia bagaikan ilusi. Mungkin semua keresahan yang kurasakan saat ini adalah hukuman yang menimpaku karena telah mengkhianati orang tua, menghamburkan harta yang telah mereka sisihkan susah payah demi menyekolahkanku di perguruan tinggi. Apapun itu, diriku telah jauh melenceng dari jalan yang seharusnya. Terlalu banyak penyakit bersarang di batin ini, sampai saat ini pun. Namun aku yakin Tuhan akan menyembuhkanku, dan aku menganggap penantian panjang untuk kelulusan – di usiaku yang sudah tinggi ini – adalah masa pengobatanku.

Chii, mudah-mudahan kau bisa hidup dengan lebih bebas tanpa jeratan kekhawatiran, menuruti kata hatimu, bertindak sesuai apa yang kau anggap benar, tanpa takut hal itu akan menyakiti orang lain. Kau berhasil melakukannya sekali, tentu kau bisa melakukannya lagi.

Tampaknya akan kusudahi ceritaku di sini. Mulutku mulai pahit, merengek meminta teh manis hangat dan asap.

Sleep tight ^^

Aside